Masih tetap di punden-punden, di pelosok kampoeng.
BANTENGAN NUSWANTARA (tidak hanya) Karnaval Budaya
Ada acara lain yang menjadi rangkaian dalam Bantengan Nuswantara, yaitu :
1. Workshop membatik motif Bantengan (Biaya ganti operasional Rp 30.000,-)
2. Lomba Mewarna (barter dengan Kaos Bantengan ukuran anak-anak Rp 20.000,-)
3. Lomba Fotografi (biaya ganti produksi kaos Rp 35.000,-)
4. Lomba Film Dokumenter (dapet kaos untuk 1 team 3 orang Rp 120.000,-)
5. Pameran Dokumentasi (Free) : Pemutaran Film Dokumenter karya Peserta, Pameran Foto & Diskusi tentang BANTENGAN
BANTENGAN NUSWANTARA tahun ke-4, 2011
Setelah Bantengan Nuswantara 1, 2 dan 3 terselenggara dengan sukses… Maka pencapaian utama Bantengan Nuswantara ke 4 di tahun 2011 ini adalah menjadikannya lebih dari sekedar event semata…
PERIHAL : KESENIAN BANTENGAN
Seni Tradisional Bantengan, adalah sebuah seni pertunjukan budaya tradisi yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis.
Pelaku Bantengan yakin bahwa permainannya akan semakin menarik apabila telah masuk tahap “trans” yaitu tahapan pemain pemegang kepala Bantengan menjadi kesurupan arwah leluhur Banteng (Dhanyangan).
KETERLIBATAN BANYAK PIHAK
Penyelenggaraan BANTENGAN NUSWANTARA 2010 terlaksana sukses dengan bantuan dan dukungan dari beberapa pihak lain. Yaitu :
- Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, memfasilitasi pengajuan sumbangan ke seluruh hotel dan restoran di Kota Batu. Jumlah total bantuan nasi bungkus untuk panitia dan partisipan acara karnaval bantengan sebanyak 500 bungkus
- Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) berpartisipasi dengan memberikan bantuan dana operasional sejumlah Rp 5.000.000,-
- INDOSAT area Malang, memberikan material promo berupa :
- 1 buah cover Billboard depan plaza Batu
- 50 buah umbul-umbul
- 100 buah spanduk identitas grup Bantengan
Review BANTENGAN NUSWANTARA 2010 (18-30 April) #6
PAMERAN DOKUMENTASI (Pameran Foto & Pemutaran Film Dokumenter)
Ketika suatu acara telah terselenggara dengan sukses, setiap panitia dan partisipan yang terlibat didalamnya pasti diliputi rasa kebanggaan dan perasaan lega. Hal yang akan muncul adalah keinginan untuk dapat menikmati setiap dokumentasi acara tersebut, terutama dokumentasi foto dan video.
Oleh karena itu, sejak diselenggarakannya Bantengan Nuswantara 2008 panitia selalu rutin menyelenggarakan acara pendukung yaitu Pameran Dokumentasi Bantengan Nuswantara. Kegitan ini dimaksudkan sebagai proses review dan evaluasi bersama antara panitia, partisipan dan pihak-pihak yang terlibat.
Diharapkan proses review bersama ini akan menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas penampilan bagi grup seni Bantengan dan penyelenggaraan agenda tahunan Bantengan Nuswantara selanjutnya menjadi lebih baik lagi.
Pameran Dokumentasi telah sukses dilaksanakan dengan rangkaian acara :
- Ø Pameran Foto Karya Peserta Lomba Fotografi
- Ø Pemutaran Film Karya Peserta Lomba Film Dokumenter
- Ø Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi dan Film Dokumenter
- Tempat : Galeri RAOS, Jl. Panglima Sudirman 06 Kota Batu
- Pembukaan Pameran : Sabtu, 24 April 2010
- Pukul : 19.00 WIB
- Lama Pameran : 25 – 30 April 2010
- Pukul : 09.00 – 21.00 WIB
Review BANTENGAN NUSWANTARA 2010 (18-30 April) #5
LOMBA MEWARNA Tingkat TK/RA se-KOTA BATU
Komunitas Penggiat Budaya Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Pondok Seni Batu berusaha memberikan edukasi seni tradisi melalui penyelenggaraan kegiatan Bantengan Nuswantara, salah satunya kepada anak-anak melalui program Lomba Mewarna Bantengan Nuswantara 2010.
Rencana semula, acara ini dilaksanakan di Galeri RAOS bersamaan dengan Pameran Dokumentasi, tapi melihat antusias jumlah peserta yang membludak.
Atas dukungan dari Dinas Pemuda Olahraga serta Pendidikan Kota Batu, Lomba Mewarna Bantengan tingkat TK/RA bersama WALL’s ice cream ini telah sukses dilaksanakan pada :
Hari : Minggu, 25 April 2010
Pukul : 09.00 – 14.00 WIB
Tempat : GOR Ganesha Kota Batu
Review BANTENGAN NUSWANTARA 2010 (18-30 April) #4
LOMBA FILM DOKUMENTER
Dokumentasi adalah bagian tak terpisahkan dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Perannya sangat penting sebagai alat bukti bahwa sebuah kegiatan pernah terselenggara. Dan juga berfungsi sebagai referensi dan evaluasi pada masa-masa selanjutnya untuk menyelenggarakan kegiatan yang sama menjadi lebih baik
Review BANTENGAN NUSWANTARA 2010 (18-30 April) #3
LOMBA FOTOGRAFI
Gerak Tari Bantengan yang liar, ekspresi wajah yang takjub dan magisnya suasana pada saat gebyak menjadi sangat indah ketika terekam dan terbingkai melalui seni Seni Fotografi.
Antusias para fotografer pada pertama kalinya event ini diselenggarakan di Bantengan Nuswantara 2009, menjadikan Lomba Fotografi Bantengan Nuswantara layak menjadi agenda pendukung penyelenggaraan Bantengan Nuswantara 2010.
Antusiasme fotografer pada Lomba Fotografi Bantengan Nuswantara 2010 dibuktikan dengan jumlah peserta yang mendaftar hunting sebanyak 180 Fotografer, melebihi target panitia yang semula mematok angka 150 peserta
Review BANTENGAN NUSWANTARA 2010 (18-30 April) #2
Penurunan Jumlah Peserta
Agak berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya (2008-2009), jumlah barisan yang berpartisipasi dalam karnaval seni Bantengan dengan Rute Start Stadion Brantas – Alun alun – Balai Kota Batu tahun ini mengalami sedikit penurunan. Hal ini disebabkan tidak dapat hadirnya Grup Bantengan wilayah Tumpang, Poncokusumo, Singosari, Lawang dan Pegunungan Tengger sebab kendala sebagian besar adalah problematika financial masing-masing grup.





